Neraca Pembayaran

Pendahuluan

Dalam perekonomian empat sektor (perekonomian terbuka) terjadi nilai – nilai transaksi perdagangan dan juga adanya aliran dana yang dilakukan di antara suatu negara dengan negara lain. Dalam hal tersebut suatu negara sangant memerlukan suatu catatan atau ikhtisar yang meringkas transaksi – transaksi tersebut.

Hal tersebut mungkin hampir sama konsepnya dengan pendapatan nasional tetapi pendapatan nasional menerangkan tentang seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun. Sedangkan ikhtisar yang akan dibahas pada tulisan ini mengenai ikhtisar/catatan perdagangan dan aliran dana yang dilakukan suatu negara selama satu tahun.

Ikhtisar yang mencatat nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan suatu negara disebut dengan Neraca Pembayaran. Sebelum membahas neraca pembayaran, pada pendahuluan ini akan dibahas sedikit tentang pendapatan nasional terlebih dahulu karena berkaitan dengan transaksi – transaksi apa yang terjadi pada suatu negara dalam satu tahun.

Ada beberapa konsep pendapatan nasional, yaitu :

  1. Produk Domestic Bruto (GDP)
  2. Produk Nasional Bruto (GNP)
  3. Produk Nasional Neto (NNP)
  4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
  5. Pendapatan Perseorangan (PI)

 

Pembahasan

  1. Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran (BOP) adalah catatan sistematis dari semua transaksi internasional (perdagangan, investasi, pinjaman, dan sebagainya) yang terjadi antara penduduk dalam negeri suatu negara dengan penduduk luar negeri selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun) dan biasanya dinyatakan dalam satuan dolar AS.

Tujuan utama dari neraca pembayaran adalah untuk memberikan informasi kepada pemerintah tentang posisi keuangan dalam hubungan ekonomi dengan negara lain serta membantu di dalam pengambilan kebijakan moneter, fiskal, perdagangan, dan pembayaran internasional, dan juga dapat menunjukkan struktur dan komposisi transaksi keuangan dan posisi internasional dari suatu negara.

Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi, yaitu :

  1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negative (-), yaitu yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
  2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga dengan transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

Lembaga – lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan negara – negara donor juga menggunakan BOP sebagai salah satu indikator dalam mempertimbangkan pemberian bantuan kepada suatu negara. Neraca pembayaran (BOP) juga merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi dari suatu negara disamping variabel –  variable ekonomi makro lainnya. BOP terdiri atas tiga saldo, yaitu :

  1. Saldo neraca transaksi berjalan (TB),
  2. saldo neraca modal (CA), dan
  3. saldo neraca moneter (MA).

 

  • Saldo Neraca Transaksi Berjalan (TB) adalah jumlah saldo dari neraca perdangangan (NP) yang mencatat ekspot (X) dan impor (M) barang; neraca jasa (NJ), yang mencatat ekspor dan impor jasa termasuk pendapatan/ pembayaran royalti dan bunga deposito, transfer keuntungan bagi investor asing, pembayaran bunga cicilan utang luar negeri (ULN), dan kiriman uang masuk dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri; dan transaksi sepihak, yakni yang mencatat transaksi keuangan internasional sepihak atau tanpa melakukan kegiatan tertentu sebagai kompensasi dari pihak penerima. Contoh : ketika suatu negara mendapatkan hibah atau bantuan dari luar negeri. Kadang – kadang, untuk menutupi defisit neraca transaksi berjalan digunakan fasilitas khusus dari IMF yang disebut SDRs (Special Drawing Rights).

 

  • Saldo Neraca Modal (CA) adalah neraca yang mencatat arus modal (K) jangka pendek dan jangka panjang masuk dan keluar, yang terdiri atas arus modal (K) pemerintah neto dan lalu lintas arus modal (K) swasta neto.  Arus modal modal pemerintahan neto adalah selisih antara pinjaman baru yang didapat dari luar negeri dan pelunasan utang pokok dari pinjaman yang didapat pada periode sebelumnya yang sudah jatuh tempo. Lalu lintas arus kas swasta neto adalah selisih antara dana investasi (I) yang masuk, pinjaman swasta dari luar negeri, dan pelunasan utang pokok swasta dan dan investasi (I) ke luar negeri. Dalam saldo neraca modal arus kapital yang masuk dianggap sebagai keuntungan  bagi negara bersangkutan, oleh sebab itu dicatat sebagai transaksi kredit (positif).
    • Dana Investasi terdiri dari dua macam, yaitu penanaman modal asing dan investasi portofolio (IP).

 

  • Saldo neraca moneter (MA) bisa disebut juga ‘lalu lintas moneter’ adalah neraca yang mencatat perubahan cadangan devisa (CD) berdasarkan transaksi arus devisa yang masuk dan keluar dari suatu negara dalam suatu periode tertentu yang dicatat oleh bank sentralnya. Sedangkan, perubahan cadangan devisa yang diperoleh dari penjumlahan saldo transaksi berjalan (TB) dan saldo neraca modal (CA), disebut neraca cadangan (RA). Relasi antara neraca pembayaran (BOP) dan cadangan devisa dapat disederhanakan dalam bentuk persamaan berikut : CD = BOP = TB + CA

Itu adalah sebagian pembahasan tentang neraca transaksi berjalan, neraca modal, dan neraca pembayaran. Di halaman ini akan lebih dibahas lagi tentang ketiga hal tersebut karena berkaitan dengan neraca pembayaran.

  1. Neraca Berjalan

Neraca berjalan mencatat transaksi – transaksi berikut :

  1. i. Ekspor dan impor barang tampak

Transaksi ini meliputi hasil – hasil sektor pertanian, barang – barang produksi industri, dan barang – barang yang diproduksikan oleh sektor pertambangan dan berbagai jenis ekspor dan impor barang yamg tampak lainnya. Untuk neraca pada barang – barang yang tampak disebut dengan neraca perdagangan. Bila nilainya positif berarti ekspornya melebihi impor. Sedangkan, apabila nilainya negatif berarti barang – barang tampak impor melebihi ekspor.

  1. ii. Ekspor dan impor jasa

Transaksi ini meliputi pembayaran biaya pengangkutan dan asuransi dari barang – barang tampak yang diekspor atau diimpor, perbelanjaan para pelancong, dan pendapatan investasi. Neraca barang yang tak tampak disebut dengan neraca jasa. Bila nilainya positif  berarti negara tersebut lebih banyak menjual jasa – jasanya ke luar negeri. Dan apabila nilainya negative, berarti negara tersebut lebih banyak membeli jasa pihak luar.

  1. iii. Pembayaran pindahan neto ke luar negeri

Ini meliputi pembayaran pindahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah mau pun pihak swasta. Transaksi ini meliputi pembayaran di mana penerimanya tidak perlu “membayar” dalam membentuk uang atau jasa.

 

  1. Neraca Modal

Meliputi dua golongan transaksi, yaitu aliran modal jangka panjang dan aliran modal keuangan swasta.

  1. i. Aliran modal jangka panjang

Meliputi dua jenis aliran modal: aliran modal resmi dan investasi langsung oleh pihak swasta ke negara – negara lain. Aliran modal resmi adalah pinjaman dan pembayaran di antara badan – badan pemerintah di suatu negara dengan negara – negara lain. Sedangkan, investasi langsung swasta adalah penanaman modal langsung, yakni investasi berupa mendirikan perusahaan – perusahaan terutama perindustrian.

  1. ii. Aliran modal keuangan swasta

Aliran – aliran modal dalam bentuk tabungan dan investasi keuangan yang dapat dengan cepat ditukarkan kembali kepada valuta yang asal atau ke valuta asingnya ini yang dimaksudkan dengan “modal swasta” atau juga dapat dikenal sebagai “hot money”. Ada juga akun yang disebut dengan akun kesilapan – ketinggalan merupakan akun yang menaksir besarnya aliran uang yang tidak dapat dicatat.

 

  1. Modal Asing

 

  1. Manfaat bagi Negara Pemberi dan  Negara Penerima

Mobilisasi arus kas antarnegara mempunyai manfaat bagi negara pengekspor maupun pengimpor arus kas tersebut. Proyek investasi dengan tingkat pengembalian yang tinggi di suatu negara tidak akan dikorbankan karena kelangkaan dana, sementara proyek investasi dengan hasil yang rendah di negara yang memiliki dana berlimpah dapat terus dilaksanakan.

  1. Pembiayaan Defisit Tabungan-Investasi

Bagi Indonesia, arus kas asing diperlukan bukan hanya untuk membiayai defisit modal  neraca transaksi berjalan atau menutupi kekurangan cadangan devisa, tetapi juga untuk membiayai investasi di dalam negeri (pembentukan modal bruto domestik).

  1. Perkembangan Arus Modal Masuk

Data yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga dunia seperti Bank Dunia, UNIDO, dan UNCTAD menunjukkan perkembangan arus investasi internasional dari DCs ke LDCs sangat pesat terutama sejak akhir 1980-an. Peningkatan tersebut ditandai dengan partisipasi investor-investor dan lembaga-lembaga keuangan dari DCs di pasar uang di LDCs. Arus investasi dari DCs ke LDCs bahkan lebih besar daripada arus perdagangan antara kedua kelompok negara tersebut. Perkembangan tersebut juga didorong terutama oleh liberalisasi pasar uang dan kapital di banyak LDCs termasuk Indonesia menjelanh akhir 1980-an yang antara lain menghapuskan pengawasan pemerintah terhadap lalu lintas kapital dan membebaskan tingkat suku bunga kepada mekanisme pasar.

  1. Arus Modal Resmi

Arus kapital/modal resmi baik dalam bentuk pinjaman maupun ‘bantuan pembangunan’ (ODA) dari negara – negara donor secara individu (pinjaman bilateral) atau lewat konsorsium seperti IGGI/CGI (pinjaman multilateral) atau dari lembaga – lembaga keuangan dunia seperti IMF dan Bank Dunia. Indonesia adalah negara yang paling tergantung pada kapital resmi. Tahun 1990 jumlahnya mencapai 3,1 miliar dolar AS. Tahun 1997, jumlah kapital asing resmi yang diterima Indonesia tercatat sebesar 1,1 miliar dolas AS. Pada 1998 dan 1999 jumlahnya meningkat hingga 3,3 dan 4,2 miliar dolar AS yang didorong terutama oleh bantuan khusus dari IMF dan Bank Dunia untuk membiayai pemulihan ekonomi.

  1. Utang Luar Negeri

 

  1. Faktor – Faktor Penyebab

Tingginya Utang Luar Negeri (ULN) dari banyak LDCs disebabkan oleh faktor – faktor berikut :

  1. Defisit Neraca Transaksi Berjalan (TB),
  2. Kebutuhan dana untuk membiayai Saving-Invest (S-I) gap yang negative,
  3. Tingkat inflasi yang tinggi, dan
  4. Ketika ketidakefisiensinya struktural di dalam perekonomian mereka.

 

  1. Perkembangan Utang Luar Negeri (ULN) di Indonesia

Di Indonesia sendiri perkembangan ULN-nya cenderung menunjukkan suatu korelasi positif antara peningkatan PDB dengan peningkatan jumlah ULN, yang sering disebut dengan growth with indebtedness. Pertumbuhan ekonomi Indonesia rata – rata per tahun sejak akhir 1970 hingga pertengahan 1997 sekitar 6% hingga 7% dan sebagai hasilnya selama periode tersebut tingkat Y per kapita meningkat pesat, tetapi jumlah ULN Indonesia juga bertambah terus setiap tahun. Seharusnya, korelasinya negative (growth with prosperity).

 

Kesimpulan

Perhitungan dan pembuatan neraca pembayaran di suatu negara sangat penting agar kita tahu apa saja yang kita dapat dari negara lain dan hal apa saja yang kita dapat dari negara kita sehingga kita tahu kemana saja aliran – aliran trasnsaksi tersebut digunakan.

 

Ini adalah Neraca Pembayaran Indonesia yang saya dapat dari situs BI, silahkan klik linknya.

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/4C5296EF-CA3D-4E6B-8866B92F509B4363/22540/NPITwIV10_rev.pdf

 

daftar pustaka :

1. Dr. Tulus T.H. Tambunan, Perekonomian Indonesia, Ghalia Indonesia

2. Sadono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar, PT RajaGrafindo Persada

3. http://eprints.undip.ac.id/994/1/Neraca_Pembayaran_Internas.pdf

4. http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=5&ved=0CDwQFjAE&url=http%3A%2F%2Fmukhyi.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F7634%2Fneraca%2Bpembayaran.pdf&rct=j&q=neraca%20pembayaran&ei=beaATfCoKsHrrQf-k-i-Bw&usg=AFQjCNFByz8xrz_NwBwwrfSjqeusTBIQPQ&cad=rja

5. http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=4&ved=0CDYQFjAD&url=http%3A%2F%2Fbappenas.go.id%2Fget-file-server%2Fnode%2F6643%2F&rct=j&q=neraca%20pembayaran&ei=beaATfCoKsHrrQf-k-i-Bw&usg=AFQjCNGRix1c2_CiZqyacLe3Qsuu7kyn2A&cad=rja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: