Krisis Energi Indonesia dan Global

Minyak dunia. Minyak dunia adalah energi bahan bakar yang biasanya digunakan di dunia ini. Tetapi walau dipakai di belahan bumi ini ternyata minyak dunia punya kelemahan bahkan di bilang cukup banyak kelemahannya diantaranya tidak bisa diperbaharui dan harganya tidak stabil, dll.

Minyak dunia harganya selalu mengalami perubahan dikarenakan harga minyak dunia itu ditentukan oleh pasar, dalam artian keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Namun yang pasti dari waktu ke waktu harga minyak di pasar dunia cenderung mengalami kenaikan. Penawaran dan permintaan minyak dunia dapat dilihat dalam bursa minyak, seperti :

  1. The New York Merchantile Exchange (NYMEX), New York
  2. The International Petroleum Exchange (IPE), London
  3. The Singapore International Monetary Exchange (SIMEX),Singapura.

Gambaran Kebutuhan Energi di Indonesia dan Dunia

Komposisi Energi Nasional

            Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan mengonsumsi energi primer sebesar 114,6 juta ton setara minyak, meningkat 2,9% dibandingkan tahun 2006 menurut BP. Minyak bumi berkontribusi sebesar 47,5%, gas alam 26,5%, batu bara 24,3%, dan tenaga air sebesar 1,7%.

            Indonesia harus mengimpor minyak untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri karena pemakaian energi yang tidak dapat diperbaharui terlalu berlebihan. Pada tahun 2007, Indonesia tercatat mengimpor minyak sebesar 35% dari konsumsi minyak minyak dalam negeri.

Bahkan data dari BPS impor migas Januari 2011 sebesar US$2,97 miliar atau naik US$0,33 miliar (12,44 persen) dibanding impor migas Desember 2010 (US$2,64 miliar), sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$1,94 miliar) terjadi peningkatan US$1,03 miliar atau 53,43 persen.

            Pada tahun 2008, rasio cadangan terhadap produksi minyak bumi di Indonesia tercatat 24 tahun. Rasio cadangan terhadap produksi batubara nasional adalah 93 tahun. Sedangkan, gas alam memiliki rasio cadangan sebesar 59 tahun.

Deputi Pengendalian Operasi, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Rudi Rubiandini menyatakan cadangan minyak di Indonesia terus menurun. Terbukti, cadangan per 1 Januari 2011 adalah 4,039 miliar barel untuk minyak dan 104,7 triliun standar kaki kubik gas bumi.  Dia memperkirakan cadangan per 1 Januari 2012, 3,925 miliar barel minyak dan 104,5 triliun kaki kubik gas.

Cadangan Minyak Dunia

            Cadangan minyak dunia semakin berkurang. Diperkirakan cadangan minyak ini tinggal 1.144.013 million barrels. Negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia ditunjukkan oleh :

  1. Rusia dengan produksi minyak mentah 8.911
  2. Saudi Arabia dengan produksi minyak mentah 8.897
  3. U.S.A dengan produksi minyak mentah 5.430,3
  4. Iran dengan produksi minyak mentah 3.834,2
  5. Cina dengan produksi minyak mentah 3.484,9

(dalam 1000 b/d), sumber : Buletin Statistik OPEC 2004

            Total cadangan minyak dunia diperkirakan sebesar 1.144.013 juta barel dan total minyak mentah yang diproduksi sebesar 76,6 juta barel. Dengan cadangan dan produksi sebesar itu tentunya tidak begitu sebanding dengan pemakaian total minyak bumi di seluruh dunia. Sehingga itu Indonesia dan global harus mempunyai alternatif untuk megalihkan pemakaian energi yang tidak bisa diperbaharui dengan energi yang bisa diperbaharui yang ramah lingkungan.

Peran Indonesia

             Semakin menipisnya cadangan energi dalam negeri dan global, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 5 tahun 2005 tentang Kebijakan Energi Nasional, hal tersebut untuk menjamin keamanan penyediaan energi nasional.

Sasaran kebijakan energi nasional dalam peraturan tersebut adalah tercapainya elastisitas energi kurang dari 1 dan bauran energi primer yang optimal pada tahun 2025. Komposisi yang energi primer yang diinginkan pada tahun 2025 adalah : minyak bumi kurang dari 20%, gas bumi lebih dari 30%, batubara lebih dari 33%, bahan bakar nabati (BBN) lebih dari 5%, panas bumi lebih dari 5%, dan energi terbarukan lainnya (seperti : biomasa, tenaga air, tenagasurya, dan tenaga angin) menjadi lebih dari 5% dan batubara yang dicairkan lebih dari 2%.

Sumber : dari Panduan Seminar, Mechanical Fair 2009, dengan judul “ Industri Perminyakan Indonesia dan Strateginya dalam Menghadapi Tantangan Krisis Energi Global”.

http://www.bps.go.id/brs_file/exim-01mar11.pdf

http://batam.tribunnews.com/2011/12/18/bp-migas-cadangan-minyak-indonesia-terus-menurun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: