BUDAYA MOSUO

Budaya Mosuo adalah budaya matrilineal, di mana posisi wanita lebih dominant dalam masyarakat dan di mana seorang anak akan mewarisi nama dari ibunya. Budaya matrilineal di Mosuo berbeda dengan budaya matrilineal di tempat lain karena yang disebut sebagai “perkawinan berjalan.” Dalam tradisi Mosuo, wanita akan tinggal bersama laki-laki yang dikehendakinya pada malam hari. Tetapi pada pagi harinya, laki-laki itu akan kembali ke keluarga asalnya, dan memikul tanggung jawab keluarga ibunya. Bila mereka mamiliki anak, anak akan tinggal bersama keluarga ibu dan tidak akan meninggalkan keluarga ibunya. Oleh karena itu, seorang anak Mosuo akan dibesarkan oleh ibunya beserta paman dan bibi saudara-saudara ibunya.

Etnis Mosuo tinggal tersebar di pedalaman propinsi Sichuan dan Yunnan yang berbatasan dengan Tibet. Para turis mengenal mereka sebagai etnis yang mendiami daerah di sekitar Danau Lugu, tetapi banyak pula suku Mosuo yang tinggal di pedalaman.

Mereka memiliki bahasa tersendiri yang berbeda dari bahasa Mandarin atau bahasa suku-suku lain tetapi tidak mengenal tulisan sama sekali. Seluruh sejarah dan informasi tentang adat-istiadat serta pengetahuan lokal etnis ini diturunkan dari generasi ke generasi hanya secara lisan. Para ulama agama Daba, yang merupakan campuran agama Buddha-Tibet dengan kepercayaan lokal Daba, bertugas mengingat seluruh pengetahuan ini dan menurunkannya kepada mereka yang menggantikannya.

Selain itu, biasanya anak-anak suku minoritas mendapat pelajaran dengan bahasa suku tersebut baik secara lisan maupun tulisan. Karena suku Mosuo tidak memiliki tulisan, maka anak-anak mereka bersekolah dengan bahasa Mandarin dan tulisan Mandarin. Karena itu, dikhawatirkan, bahasa Mosuo beserta pengetahuan-pengetahuan yang terkandung di dalamnya akan lenyap sama sekali.

Selain tantangan ini, suku Mosuo juga amat miskin. Penghasilan rata-rata mereka per-tahun hanya mencapai sekitar 1,5 juta sampai 2,5 juta pertahun. Karena itu mereka sangat mengharapkan peningkatan taraf hidup.

Sumber : http://indonesian.cri.cn/441/2009/08/26/1s100813_1.htm

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: