Anjak Piutang

            Mungkin anda pernah mendengar tentang anjak piutang tapi belum mengetahui dengan pasti apa itu anjak piutang. Nah, blog ini akan membahas tentang anjak piutang mungkin tidak terlalu banyak tapi setidaknya dapat membantu anda untuk mengetahui apa itu anjak piutang.

            Sebelum kita masuk ke definisi anjak piutang ada baiknya bila kita mengetahui dulu beberapa istilah – istilah dari anjak piutang, nah istilah yang saya berikan ini mengenai pihak – pihak yang terkait dalam anjak piutang. Hal ini diberitahukan dari awal jadi ketika membaca mengenai anjak piutang selanjutnya anda sudah mengerti dengan istilah – istilah yang ada.

Pihak – pihak yang terkait dalam anjak piutang :

  1. Factor adalah perusahaan atau pihak yang menawarkan jasa piutang.
  2. Klien adalah pihak yang menggunakan jasa perusahaan anjak piutang.
  3. Klien memiliki nasabah (customer)

Definisi Anjak Piutang :

  1. Anjak piutang dapat didefinisikan sebagai transaksi pembelian dan atau penagihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek klien kepada perusahaan factoring, yang kemudian akan ditagih oleh perusahaan anjak piutang kepada pembeli karena adanya pembayaran kepada klien oleh perusahaan factoring (factor).
  2. Menurut Menteri Keuangan No. 1251/KM013/1988 tanggal 20 Desember 1988 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.
  3. Definisi lainnya yang mungkin anda lebih mudah pahami, anjak piutang adalah suatu teknik pendanaan jangka pendek dengan memanfaatkan piutang yang dimiliki suatu perusahaan. Perusahaan yang bersangkutan menjual hak atas piutangnya kepada perusahaan factoring.

Sejarah Anjak Piutang

            Usaha anjak piutang dimulai di wilayah Amerika Utara khususnya pada sektor industri tekstil yang sampai saat ini masih merupakan salah satu bidang kegiatan usaha utama dari anjak piutang. Di Negara lain usaha ini masih merupakan industri yang baru yang dimulai pada tahun 1960 – 1970an. Perusahaan anjak piutang di Eropa mengikuti pola perkembangan usaha anjak piutang di Amerika. Kini juga, kegiatan usaha anjak piutang tidak terkonsentrasi di industri tekstil tetapi juga telah merambah ke berbagai jenis segmen produk dan jasa.

            Di Indonesia, kegiatan anjak piutang pada dasarnya merupakan bidang usaha yang relatif baru. Kelembagaan anjak piutang dimulai sejak diluncurkannya Paket Kebijaksanaan 20 Desember 1988 atau Pakdes 20, 1988 yang diatur dengan Keppres No. 61 Tahun 1988 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK. 13/1988 tanggal 20 Desember 1988 mengenai pengenalan usaha anjak piutang ini dimaksudkan untuk memperoleh sumber – sumber pembiayaan alternatif di luar sektor perbankan.

Jenis Transaksi Anjak Piutang

  1. Recourse, jika risiko untuk piutang yang tidak tertagih berada ditangan pemilik piutang.
  2. Nonrecourse, jika risiko untuk piutang yang tidak tertagih berada ditangan factor.

Kelebihan dan Kelemahan Anjak Piutang

Kelebihannya :

  1. Cash flow lebih cepat, yang bisa dimanfaatkan, misalnya untuk memperoleh persediaan yang lebih cepat laku.
  2. Adanya “asuransi” terhadap piutang tidak tertagih.
  3. Beban administrasi pengelolan piutang bisa dipindahkan ke factor.
  4. Biaya anjak piutang bisa dikurangkan dari penghasilan kena pajak, sebab berhubungan dengan proses menghasilkan pendapatan.
  5. Tidak mengharuskan posisi keuangan yang kuat.
  6. Tidak ada implikasi jangka panjang yang negatif dalam neraca.
  7. Bisa dilaksanakan untuk sekali transaksi atau untuk jangka panjang.

Kelemahannya :

  1. Biaya relatif tinggi.
  2. Ada factor yang tidak bersedia menerima transaksi nonrecorse.
  3. Akan menurunkan laba, jika cash flow yang diperoleh tidak dimanfaatkan dengan efektif.
  4. Cash flow yang diperoleh harus bisa dimanfaatkan dengan cepat supaya tidak merugikan.
  5. Bisa menimbulkan kesan yang buruk pada pembeli karena penggantian pemilikan piutang.
  6. Cara penagihan factor mungkin bisa terlaku kasar.

Perusahaan yang memenuhi kriteria factor, adalah sebagai berikut :

  1. Piutangnya bisa dapat ditagih tepat pada waktunya.
  2. Penjualannya tidak terpusat pada satu atau beberapa pembeli besar.

Sumber :

  1.  Handowo, Dipo. 1993. Sukses Memperoleh Dana Usaha (Dengan Tinjauan Khusus Modal Ventura). Jakarta : PT Pustaka Utama Grafiti.
  2. Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan (Edisi Kelima). Jakarta : Intermedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: